Budidaya Durian; Definisi, Jenis Bibit dan Cara Budidayanya

Diposting pada 40 views

Budidaya Durian

Budidaya durian masih menjadi primadona petani Indonesia mengingat harga buah durian yang cukup tinggi di pasaran. Buah yang dijuluki sebagai “Raja buah” ini memang punya peminat yang banyak di tanah air.

Istilah /Definisi Durian

Durian adalah nama tanaman tropis yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, juga karena nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri kulit buahnya yang keras dan memiliki lekukan tajam yang menyepakati duri. gelar populernya adalah “raja dari segala buah” (King of Fruit). Durian bisa menjadi buah yang kontroversial, meski banyak yang menyukainya, namun ada juga yang tidak menyukai aromanya.

Tumbuhan dengan nama durian ini bukanlah satu spesies melainkan sekumpulan tumbuhan dari genus Durio.[1] Namun yang dimaksud dengan durian (tanpa akhiran apapun) biasanya adalah genus Durio zibethinus. Varietas alternatif durian yang dapat dikonsumsi dan umumnya terdapat di pasar-pasar asli di wilayah geografis antara lain lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kura-kura (D. graveolens), dan lahung (D. dulcis) .

Durian di Indonesia

Ada beberapa nama lokal. Sebagian besar nama ditemukan di Kalimantan, yang mengacu pada varietas dan spesies yang berbeda. Durian dalam bahasa Jawa dipahami sebagai durian (Jawa, Betawi) dan kadu (Sunda). Di pulau disebut durian dan durian (bahasa Gayo). Di Sulawesi, orang Manado menyebutnya duriang, sedangkan orang Toraja menyebutnya durian. Di kota Ambon dan Kepulauan Lease biasanya disebut Doriang. di bagian Jepang Pulau Seram disebut rulen. Orang Batak menyebutnya Tarutung.

Ada lebih dari lima puluh lima varietas/jenis durian yang dibudidayakan. Hingga tahun 2005, sudah ada tiga puluh delapan kultivar unggul yang telah diseleksi dan diperbanyak secara vegetatif.[8] beberapa dari mereka:

‘Gapu’, dari Puncu, Kediri, Jawa Timur

‘Hepe’, bijinya pipih dengan daging buah yang tebal

‘Kelud’, dari Puncu, Kediri, Jawa Timur

‘Ligit’, dari Kutai

‘Mawar’, dari Long Kutai

‘Ripto’, dari Trenggalek

‘Salisun’, dari Nunukan

‘Memang’, dari Banjarnegara

‘Tong Medaye’, dari Lombok, NTB

‘Bentara’, dari Kerkap, Bengkulu Utara

‘Bido Wonosalam’, dari Jombang, Jawa Timur

‘Perwira’, dari Simapeul, Majalengka

‘Petruk’, dari Dusun Randusari, Desa Tahunan, Jepara, Jawa Tengah[9]

‘Kedelai’, dari Ambon, Maluku

‘Sukun’, bijinya pipih dengan daging buah yang tebal

‘Sunan’, dari Boyolali

‘Kani’ (“chanee”, ibu kota durian Thailand)

‘Otong’, (berganti nama dari durian “monthong”, durian bangkok, dikenal sebagai tiruan D159 di Malaysia).

Varietas Durian Yang Paling Populer di Indonesia

bibit durian bawor
budidaya durian masih banyak yang menekuni mengingat nilai buah durian yang tinggi di pasaran

Ada 5 Jenis bibit durian yang paling terkenal di Indonesia; Bibit durian bawor, bibit durian musangking, bibit durian montong, bibit durian duri  hitam dan bibit durian merah Banyuwangi.

Syarat tumbuh dan pembuahan

kejatuhan yang disukai adalah minimal 1500 mm, merata sepanjang tahun. Namun jumlah kering 1-2 bulan dapat merangsang pembungaan lebih tinggi. Musim buah durian biasanya terjadi ketika setahun dengan musim kemarau yang menahun. Musim panen menengah akan terjadi dengan produksi buah yang biasa-biasa saja. Tanaman ini membutuhkan tanah yang dalam, ringan, dan berdrainase baik. Tingkat keasaman optimal adalah 6-6,5.

Tanah asam, seperti latosol atau podsolik merah kuning perlu pengapuran agar tanaman tumbuh dengan baik. Durian muda juga membutuhkan perlindungan alami, agar pohon atau dahannya yang sarat buah tidak patah oleh angin kencang. Pembentukannya tidak boleh di bawah 150 cm karena air tanah yang terlalu rendah dapat menyebabkan buah kurang manis. Pemupukan dilakukan dengan membuat parit kecil di sekeliling pohon agar disiram dengan pupuk kimia. Pupuk kandang diberikan pada saat penanaman benih. Pemupukan dengan kandungan NPK yang sama diberikan langsung pada saat musim masak, sedangkan pemupukan dengan kandungan P selanjutnya diberikan setelah pembilasan selesai untuk mengatur pembungaan.

Sumber :Wikipedia Durian

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.