Pada hari Senin, 27 Oktober 2025, Vista Agro mendapatkan pesanan bibit jahe ke Jurugan Turi Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemesannya adalah Bapak Pranata yang memiliki rumah di seberang Jalan Raya bernama Ndalem Nitisastro, Turi Sleman. Berdasarkan penuturan beliau jahe ditanam dan dibudidayakan di sela sela tanaman pepaya untuk memanfaatkan lahan yang tersedia.


Budidaya Jahe Kian Digemari
Berikut penjelasan lengkap tentang budidaya jahe yang bisa Anda jadikan panduan:
1. Jenis Jahe yang Umum Dibudidayakan
Tiga jenis jahe yang banyak ditanam di Indonesia:
- Jahe gajah (Zingiber officinale var. officinale) — rimpangnya besar, cocok untuk konsumsi segar atau ekspor.
- Jahe emprit (Zingiber officinale var. amarum) — rimpangnya kecil, aromanya kuat, sering dipakai untuk obat.
- Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) — rimpang kecil, warna kemerahan, rasa pedas kuat, cocok untuk industri jamu.
2. Syarat Tumbuh
- Iklim: tropis lembap, curah hujan 2.500–4.000 mm/tahun.
- Suhu: ideal 25–30°C.
- Ketinggian: 0–1.500 mdpl tergantung jenis jahe.
- Tanah: gembur, subur, banyak bahan organik, pH 6–7.
- Drainase: harus baik agar rimpang tidak busuk.
3. Persiapan Lahan
- Bersihkan lahan dari gulma.
- Gemburkan tanah dengan dicangkul sedalam ±30 cm.
- Buat bedengan lebar 1 meter, tinggi 30–40 cm, jarak antarbedeng 50 cm.
- Campurkan pupuk kandang matang 20–30 ton/ha ke dalam tanah.
4. Persiapan Bibit
- Gunakan rimpang tua (umur 9–10 bulan) yang sehat dan tidak busuk.
- Potong rimpang sepanjang 3–5 cm dengan 2–3 mata tunas.
- Rendam bibit dengan fungisida alami (misalnya larutan jahe + air kapur sirih) selama 10–15 menit, lalu jemur 1–2 hari di tempat teduh.
5. Penanaman
- Waktu tanam terbaik: awal musim hujan.
- Buat lubang tanam kedalaman 5–7 cm, jarak tanam 40×60 cm.
- Letakkan potongan rimpang jahe dengan mata tunas menghadap ke atas, lalu tutup tanah tipis.
6. Pemeliharaan
- Penyiraman: dilakukan rutin terutama saat kering.
- Penyiangan: bersihkan gulma setiap 1–2 bulan.
- Pembumbunan: tambahkan tanah ke pangkal batang agar rimpang tertutup dan berkembang baik.
- Pemupukan:
- Pupuk dasar: pupuk kandang.
- Pupuk susulan: NPK atau organik cair setiap 2 bulan sekali.
7. Pengendalian Hama dan Penyakit
- Busuk rimpang: hindari tanah terlalu lembap.
- Ulat daun dan penggerek batang: gunakan pestisida nabati (ekstrak daun mimba, bawang putih, atau sereh).
- Jamur: pastikan drainase baik dan gunakan bibit sehat.
8. Panen
- Jahe bisa dipanen 6–10 bulan setelah tanam:
- Jahe muda: umur 6 bulan (untuk minuman segar).
- Jahe tua: umur 9–10 bulan (untuk bibit atau industri).
- Tanda siap panen: daun mulai menguning dan batang mengering.
9. Pascapanen
- Bersihkan rimpang dari tanah.
- Cuci, tiriskan, lalu jemur di bawah sinar matahari 3–5 hari.
- Simpan di tempat teduh dan kering agar tahan lama.
Bonus Buat kalian Panduan Budidaya Jahe di Tanaman Sela.



