rumput odot
rumput odot

Rumput Odot Untuk Hewan Ternak

Diposting pada 185 views

Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) adalah salah satu jenis rumput unggul yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan hijauan ternak. Berikut beberapa manfaat rumput odot:

Manfaat Rumput Odot

  1. Pakan Ternak Berkualitas Tinggi
    • Mengandung protein kasar cukup tinggi (sekitar 11–14%), serat kasar seimbang, dan palatabilitas tinggi sehingga disukai kambing, sapi, kerbau, maupun kelinci.
    • Dapat meningkatkan pertambahan bobot ternak lebih cepat.
    • bibit rumput odot
      bibit rumput odot
  2. Produktivitas Hijauan Tinggi
    • Mampu menghasilkan biomassa hijauan melimpah, mencapai 250–350 ton/ha/tahun dengan perawatan baik.
    • Bisa dipanen berulang kali setiap 40–50 hari.
  3. Cepat Tumbuh dan Mudah Dibudidayakan
    • Mudah ditanam dengan stek batang.
    • Tumbuh cepat meskipun di lahan kering asalkan cukup sinar matahari.
  4. Menghemat Biaya Pakan
    • Karena produksinya tinggi dan bisa dipanen berkali-kali, peternak tidak perlu membeli pakan tambahan dalam jumlah besar.
  5. Memperbaiki Kondisi Tanah
    • Akarnya yang serabut membantu mencegah erosi.
    • Daun dan batang sisa panen bisa dijadikan kompos atau mulsa untuk menyuburkan tanah.
  6. Multifungsi
    • Selain untuk pakan segar, juga bisa difermentasi menjadi silase atau dikeringkan jadi hay sebagai cadangan pakan musim kemarau.

👉 Singkatnya, rumput odot bermanfaat meningkatkan efisiensi pakan ternak, mempercepat pertumbuhan ternak, sekaligus ramah bagi tanah dan lingkungan.

Baik, berikut panduan cara budidaya rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) agar tumbuh subur dan cepat rimbun:


🌱 Cara Budidaya Rumput Odot

1. Persiapan Lahan

  • Pilih lahan terbuka dengan sinar matahari penuh.
  • Bersihkan dari gulma, cangkul atau bajak sedalam 20–30 cm.
  • Buat bedengan atau guludan jika lahan mudah tergenang.
  • Tambahkan pupuk kandang 1–2 ton/ha sebagai dasar.

2. Pemilihan Bibit

  • Gunakan stek batang dari bibit rumput odot sehat berumur 2–3 bulan.
  • Potong batang sepanjang 20–25 cm (minimal ada 3–4 ruas).
  • Pilih batang yang tidak terlalu tua agar cepat tumbuh.

3. Penanaman

  • Buat lubang tanam dengan jarak 50 × 50 cm atau 70 × 50 cm (tergantung kesuburan tanah).
  • Tanam stek batang miring 45° atau horizontal, sisakan 1 ruas di atas permukaan tanah.
  • Tutup dengan tanah dan padatkan sedikit.

4. Pemeliharaan

  • Penyiraman: Lakukan terutama pada awal pertumbuhan bila musim kemarau.
  • Penyiangan: Bersihkan gulma secara berkala agar tidak bersaing dengan rumput.
  • Pemupukan:
    • Pupuk kandang/kompos setiap 2–3 bulan sekali.
    • Tambahkan urea 100–200 kg/ha setelah pemotongan untuk mempercepat tumbuh tunas baru.

5. Panen

  • Panen pertama bisa dilakukan pada umur 60–70 hari setelah tanam.
  • Panen berikutnya setiap 40–50 hari sekali, tergantung kesuburan lahan.
  • Potong setinggi ±5–10 cm dari permukaan tanah agar bisa tumbuh tunas baru dengan cepat.

6. Penyimpanan & Pengolahan

  • Bisa diberikan langsung dalam bentuk segar.
  • Untuk cadangan pakan musim kemarau, rumput odot bisa dibuat silase (fermentasi) atau dikeringkan menjadi hay.

👉 Dengan perawatan baik, produktivitas rumput odot bisa mencapai 250–350 ton/ha/tahun dan bisa bertahan 3–5 tahun sebelum perlu ditanam ulang.

Rumput Odot sangat cocok untuk pakan kambing karena memiliki nutrisi tinggi dan teksturnya empuk. Berikut penjelasannya:


🐐 Rumput Odot untuk Kambing

1. Kandungan Gizi

  • Protein kasar: 11–14% → mendukung pertumbuhan otot dan produksi susu.
  • Serat kasar: seimbang → baik untuk pencernaan kambing.
  • Palatabilitas tinggi: batang dan daun lunak, sehingga kambing sangat suka.

2. Manfaat untuk Kambing

  • Meningkatkan bobot badan lebih cepat dibanding pakan hijauan biasa.
  • Cocok untuk kambing penggemukan (fattening) maupun perah.
  • Membantu menekan biaya pakan, karena produksi rumput odot melimpah.
  • Menjaga kesehatan pencernaan karena kandungan seratnya seimbang.

3. Cara Pemberian

  • Pakan segar: Potong rumput odot setinggi 5–10 cm dari tanah, biarkan layu ±2–3 jam agar kadar air berkurang → baru diberikan ke kambing.
  • Fermentasi (silase): Dicacah lalu difermentasi untuk cadangan musim kemarau.
  • Hay (rumput kering): Dikeringkan, bisa disimpan lama sebagai pakan darurat.

4. Kebutuhan Pakan

  • Kambing butuh hijauan sekitar 10% dari bobot tubuh/hari.
  • Contoh: kambing 25 kg → butuh ±2,5 kg rumput odot segar per hari (ditambah konsentrat bila perlu).

👉 Singkatnya, rumput odot sangat ideal untuk kambing, baik sebagai pakan utama hijauan maupun cadangan pakan (silase/hay).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *