{{!COL1}} {{!COL2}}

Bibit alpukat jogja Srihardono Pundong Bantul

Diposting pada 17 views

Bibit alpukat jogja Srihardono

Kriteria Bibit alpukat unggul
Pertama, Vigor. Artinya, tanaman dalam kondisi subur dan tegap.
Kedua, Daun bibit mulus dan tidak ada hama penyakit. Warna daun bibit hijau cerah atau pucuknya berwarna hijau atau merah muda. Jika sedang kondisi stagnan, daunnya berwarna hijau tua yang mengkilap. Jika ada bekas serangan hama dan penyakit serta menggulung, sebaiknya tanaman diwaspadai.
Ketiga, Batang bibit sehat, lurus, kulit batang cerah beralur, potongan cabang/dahan tidak dipaksakan, serta bentuk proporsional atas dengan bawahnya. Batang atas harus tegak mengarah ke atas, tidak bengkok,atau merunduk ke bawah. Untuk bibit yang lebih dari satu meter, pilih bibit yang ada percabangannya. Tananaman yang baik memiliki banyak cabang ke semua arah serta tajuknya rimbun. Selain itu, batang bebas dari jamur yang menempel dan hama, seperti bulatan putih (kutu putih) serta penggerek atau bekas sayatan.
Keempat, Akar bibit memiliki banyak akar serabut. Bahkan, akar serabut sudah sampai ke tepian polybag atau menembus polybag dan akar tampak putih.
Kelima, bibit yang sudah berbuah diperhatikan kerontokan daun dan bentuk buahnya. Sebaiknya daun tidak rontok. Bentuk buah harus sempurna, tidak berulat, proposional, tidak mengecil, warna kulit buah cerah, atau biasanya berminyak atau ada bubuk putihnya.
Jenis jenis bibit alpukat jogja unggul
1. Alpukat aligator
Jenis alpukat ini paling terkenal diantara jenis alpukat lainnya. Keunggulan dari alpukat alligator adalah bisa ditanam di pot, bersifat genjah, cepat berbuah, dan memiliki ukuran buah yang cukup besar.
2. Alpukat kendil.
Alpukat kendil merupakan alpukat yang memiliki ukuran buah paling besar disbanding jenis lainnya. Bentuk buahnya adalah bulat dengan bobot bisa mencapai lebih dari satu Kg per buahnya.
3. Alpukat mentega.
Jenis alpukat mentega adalah jenis yang paling umum beredar di Indonesia dengan karakter buah agak sedikit lebih kecil disbanding alligator. Tetapi jumlah buahnya per pohon lebih banyak.

Bibit alpukat jogja Srihardono
PEMBUATAN LUBANG TANAM

Sebelumnya, lahan di sekitar lubang penanaman dibersihkan dari gulma, tanaman lain, dan batu-batu. Setelah itu, lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 cm x 60 cm dengan kedalaman 60 cm. Pisahkan lapisan atas (top soil/bagian tanah yang subur) dengan tanah lapisan bawah (bagian tanah yang kurang subur). Caranya, gali tanah hingga kedalaman 30 cm dari permuaan tanah (top soil), lalu letallam di samping lubang tanam. Selanjutnya, gali kembali 30 cm ke bawah (tanah lapisan bawah), lalu letakkan disamping lubang tanah yang berlawanan dengan lapisan atas. Biarkan lubang tanam selama satu miggu dalam kondisi terbuka. Tujuannya agar lubang cukup terkena paparan sinar matahari serta oksigen yang cukup dari udara. Selain itu, hama dan penyakit dalam tanah akan mati terkena sinar matahari.

2. PEMBERIAN PUPUK DASAR
Tanaman buah harus di tanam di tanah subur dengan kandungan humus yang tinggi. Tanah yang cocok untuk berkebun adalah yang berstruktur remah, yakni yang gumpalannya kecil dan memiliki pori-pori sehingga mampu membentuk sirkulasi udara dan resapan air dengan baik. Cara memperoleh jenis tanah tersebut salah satunya dengan mencampurkan kompos. Adapun kebutuhan tanaman buah akan unsur hara makro (N, P, dan K) serta unsur hara mikro, seperti Ca, Mg, dan S dapat dipenuhi melalui pemupukan secara rutin.
Sebelum dilakukan penanaman sebaiknya diberikan pupuk dasar ke dalam lubang tanam. Umumnya pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang, seperti kotoran sapi, pupuk kotoran kerbau, dan pupuk kotoran kambing atau domba. Pupuk kandang yang digunakan harus matang. Ciri-cirinya adalah pupuk sudah tidak panas, berwarna hitam, gembur atau tidak lengket, dan baunya tidak menyengat. Selain pupuk kandang, pupuk dasar dapat menggunakan pupuk kompos.
Pupuk dasar diberikan dengan cara dicampurkan ke dalam tanah lapisan bawah, misalnya pupuk kandang sebanyak 25-30 kg, lalu aduk rata. Setelah itu, masukkan tanah lapisan atas ke dalam lubang tanam dan diikuti tanah lapisan bawah. Selanjutnya, dapat diberikan ajir tepat di tengah lubang tanam sebagai petunjuk bibit yang akan ditanam.
Perbandingan media tanam untuk bibit alpukat kendil adalah 3:1:1 (tanah:pupuk kandang:sekam) atau 2:1 (tanah:pupuk kandang). Andaikan pada satu pekarangan di tanam beberapa tanaman buah, agar semua tanaman mendapat sinar matahari yang cukup, tanamlah tanaman buah yang berukuran kecil di bagian timur dan yang berukuran besar di bagian barat. Alpukat, jika ingin cepat berbuah, seperti layaknya lengkeng ia memerlukan sinar matahari yang cukup. Namun, ia termasuk tanaman yang harus ditanam di lahan lebar meski tidak menutup kemungkinan di pekarangan sempit yang paling lebar dengan beberapa pohon saja. Ini terbukti bahwa pohon alpukat menghalangi sinar matahari masuk untuk tanaman di depannya. Tanaman alpukat harus ditanam di arah barat.
REFERENSI
[1] Wijaya & Dewi, T.Q. (2015). Bertanam 13 Tanaman Buah di Pekarangan. Jakarta: Penebar Swadaya. ISBN (13) 978-979-002-700-8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.